MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA
A. Pengertian
MSDM
Manajemen adalah
ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai
suatu tujuan tertentu. Manajemen ini terdiri dari enam unsur (6M) yaitu : Men, Money, Methode, Materials, Machines dan
Market.
Unsur men
(Manusia) ini berkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang disebut MSDM
yang merupakan terjemahan dari man power management . Manajemen
yang mengatur unsur manusia ini ada yang menyebutnya manajemen kepegawaian atau manajemen personalia (personnel
management)
Persamaan dan
perbedaan antara MSDM dengan manajemen personalia:
-
Persamaannya adalah keduanya mengatur unsur
manusia dalam suatu organisasi, agar mendukukung terwujudnya tujuan.
-
Perbedaannya:
1.
MSDM
kajiannya secara makro sedangkan
personalia secara mikro
2.
MSDM menganggap bahwa karyawan adalah kekayaan
(asset) utama organisasi, yang harus dipelihara dengan baik. sedang manajemen
personalia menganggap karyawan adalah faktor produksi, jadi harus dimanfaatkan
secara produktif.
3.
Pendekatan MSDM secara modern sedangakan
personalia secara klasik.
Jadi fukus
MSDM adalah hanya masalah yang berhubungan dengan tenaga kerja manusia saja.
MSDM adalah
bagian dari ilmu manajemen. oleh karena itu teori-teori manajemen umum menjadi
dasar pembahasannya. akan tetapi MSDM
lebih memfukaskan pembahasannya mengaenai peranan manusia dalam mewujudkan tujuan organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi yang
optimal. Pengaturan ini meliputi masalah perencanaan (human resources planning), pengorganisasian, pengarahan, pengendalian,
pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan,
kedisiplinan, dan pemberhentian tenaga kerja untuk membantu terwujudnya tujuan
organisasi, karyawan, perusahaan dan masyarakat.
B. Definisi
MSDM
MSDM. adalah ilmu dan seni mengatur hubungan
dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan
perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
(Drs. Malayu S.P. Hasibuan)
Merupakan suatu
proses perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan pengendalian sumber daya
Manusia dalam rangka mencapai tujuan organisasi, Proses tersebut mencakup kegiatan-kegiatan perencanaan dan
pengadaan tenaga kerja seleksi dan
penempatan pegawai, pengembangan personil melalui pendidikan dan pelatihan,
integrasi personil kedalam organisasi
dan pemeliharaannya (termasuk pemberian imbalan), penilaian terhadap
hasil kerja, pengembangan karier serta
pemberhentian personil.
C.
Komponen MSDM
Tenaga kerja manusia pada dasarnya dibedakan atas
pengusaha, karyawan dan Pimpinan.
1.
Pengusaha dan penguasa/pejabat publik.
adalah setiap orang yang menginvestasikan modalnya
untuk memperoleh pendapatan dan besarnya pendapatan itu tidak menentu
tergantung pada laba yang dicapai oleh perusahaan itu. sedang penguasa/pejabat
publik adalah pejabat yang diangkat melalu pemilihan untuk mengatur dan
mengurus jalannya pemerintahan.
2.
Karyawan/pegawai
merupakan kekayaan utama bagi suatu organisasi baik swasta (perusahaan),
maupun organisasi pemerintah. karena tanpa keikutsertaan mereka, aktivitas
organisasi tidak akan terjadi.
Karyawan/Pegawai adalah penjual jasa baik pikiran dan
tenaganya dan mendapatkan kompensasi yang besarnya telah ditetapkan terlebih
dahulu. mereka wajib dan terikat untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan
dan berhak memperoleh kompensasi sesuai
dengan perjanjian atau surat keputusan. Posisi pegawai/karyawan dalam suatu
organisasi dapat dibedakan atas karyawan/pegawai operasional dan
manajerial/pimpinan.
a.
Karyawan/pegawai operasional
adalah setiap orang yang secara langsung harus
mengerjakan sendiri pekerjaannya sesuai dengan perintah atasan.
b.
Karyawan/pegawai manajerial
adalah setiap orang yang berhak memerintah bawahannya
untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dan dikerjakan sesuai dengan perintah.
Mereka mencapai tujuannya melalui kegitan-kegiatan orang lain, yang dapat
dibedakan menjadi:
1.
manajer
lini
adalah seorang
pemimpin yang mempunyai wewenang lini (lini authority), berhak dan
bertanggung jawab langsung dalam merealisasikan tujuan organisasi.
2.
manajer staf
adalah pemimpin yang mempunyai wewenang staf (staff
authority) yang hanya berhak memberikan saran dan pelayanan untuk memperlancar
penyelesaian tugas-tugas manajer lini.
3. Pimpinan atau manajer
adalah seseorang yang mempengaruhi
wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarakan orang lain serta bertanggung
jawab atas pekerjaan orang tersebut dalam mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan
adalah gaya seseorang pemimpin mempengaruhi bawahannya, agar mau bekerjasama
dan bekerja efektif sesuai dengan perintahnya, yang asas-asasnya adalah bersikap tegas dan rasional, bertindak
konsisten dan berlaku adil dan jujur.
Setiap pemimpin atau menejer adalah
termasuk menejer personalia, karena tugas-tugasnya mengatur personel yang
menjadi bawahannya.
yang membedakan mejnejer lini dan menejer personalia
adalah bisa menggunakan dua pendapat sebagai berikut:
a.
menejer lini
dalam memimpin perusahaan/organisasi dengan pendekatan social system atau pendekatan sistem
sosioteknik, agar interaksi bawahan dan atasan harmonis dalam mewujudkan hasil
yang optimal. Trist (H. Malayu S.P Hasibuan hal 13.)
b.
Menejer personalia pendekatannya hanya dengan
sistem kerja sama sosial atau
Cooperative social system approach, sebab dalam pelaksanaan tugas-tugasnya tidak menyangkut metode kerja, mesin-mesin
dan equipment/perlengkapan karena dia
tidak merealisasikan tujuan perusahaan/organisasi secara langsung. Chaster
I. Barnard (H. Malayu S.P
Hasibuan hal 13).
Faktor pendukung Menejer dalam
memimpin para bawahannya antara lain :
1.
otoritas-otoritas menejer untuk Coercive power,
reward power, legitimate power, expert power, dan reference power.
2.
para karyawan/bawahan masih mempunyai kebutuhan
yang sama, yaitu kebutuhan makan, hidup berkelompok, kebutuhan sosial,
kebutuhan kerjasama, dan kebutuhan untuk memperoleh kepuasan kerja.
3.
Orang-oarang mau bekerjasama atau hidup
bekelompok karena keterbatasan (limit factors), yaitu keterbatasan fisik dan
mental.
4.
Orang-orang ingin bekerjasama karena ingin untuk
mempertahankan hidup berkuasa, mendapat pujian dan pengakuan. Jhon Frech dan Bertram Raven(H. Malayu
S.P Hasibuan hal. 14)
Jadi setiap menejer dalam memimpin bawahannya harus
mampu memberikan dorongan, pengarahan, bimbingan, penyuluhan, pengendalian,
keteladanan serta bersikap jujur dan tegas, agar bawahan mau bekerjasama dan
bekerja efektif untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan.
D.
Peranan
MSDM
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan
mewujudkan hasil tertentu melalui kegiatan orang-orang. hal ini menunjukan
bahwa sumber daya manusia berperan penting dan dominan dalam manajemen.
MSDM mengatur dan menetapkan program kepegawaian yang
mencakup masalah-masalah sebagai berikut:
1.
menetapkan jumlah, kualitas, dan menetapkan
tenaga kerja yang efektif sesuai dengan kebutuhan organisasi berdasarkan job
description, job specification, job requirement, dan job evaluation.
2.
Menetapkan penarikan, seleksi dan penetapan
bawahan berdasarkan asas the rightman in the right place and the right man in
the right job.
3.
Menetapkan program kesejahteraan, pengembangan
promosi, dan pemberhentian
4.
Meramalkan penawaran dan permintaan sumber daya
manusia pada masa yang akan datang.
5.
Memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya
dan perkembangan perusahaan pada umumnya.
6.
Memonitor dengan cermat undang-undang perburuhan
dan peraturan kepegawaian yang berlaku serta pemberian balas jasa
perusahan-perusahaa atau organisasi sejenis.
7.
Memonitor kemajuan teknik dan perkembangan
serikat buruh.
8.
Melaksanakan pendidkan, latihan dan penilaian
perintasi kerja pekerja/karyawan
9.
Mengatur mutasi pekerja/karyawan baik secara
vertikal maupun horizontal.
10.
Mengatur pinsiun, pemberhentian dan pesangonnya.
Peranan MSDM
diakui sangat menentukan bagi terwujudnya tujuan, akan tetapi untuk memimpin
unsur manusia ini sangat sulit dan rumit.
Tenaga kerja
manusia selain mampu, cakap, dan terampil juga tidak kala pentingnya kemauan
dan kesungguhan mereka untuk bekerja efektif dan efisien. Kemampuan dan
kecakapan kurang berarti jika tidak
diikuti oleh moral kerja dan kedisiplinan karyawan/pekerja dalam mewujudkan
tujuan.
E. Perkembangan MSDM
MSDM
sudah ada sejak adanya kerja sama dan pembagian kerja antara dua orang atau
lebih dalam mencapai tujuan tertentu, pada mulanya terpadu dalam manajemen atau
belum menjadi ilmu yang berdiri sendiri.
Pada
abad ke-20 MSDM dikembangkan oleh para ahli menjadi bidang studi yang khusus
mempelajari peranan dan hubungan manusia dalam mencapai tujuan organisasi yang
di dorong oleh masalah-masalah ekonomi, politik dan sosial.
Masalah ekonomi
meliputi hal-hal sebagai berikut:
1.
Semakin terbatasnya faktor-faktor Produksi
menuntut agar sumber daya manusia dapat bekerja
lebih efekti dan efisien.
2.
Semakin disadari bahwa sumber daya manusia lebih
berperan dalam mewujudkan tujuan organisasi, Karyawan/pegawai dan masyarakat.
3.
Pegawai/karyawan akan meningkatkan moral kerja,
kedisiplinan, dan prestasi kerja jika kepuasan dapat memperoleh kepuasan dari
pekerjaannya
4.
Terjadinya persaingan yang tajam untuk
mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas diantara organisasi perlu Terjadinya
persaingan yang tajam untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas diantara
organisasi perusahaan atau organisasi-organisasi lainnya.
5.
Para Pegawai/Kryawan akan semakin mengenal
perusahaan atau organisasi-organisasi lainnya.
6.
Para Pegawai/Kryawan akan semakin menuntut
keamanan ekonominya pada masa depan.
Masalah-masalah
politis meliputi hal-hal sebagai berikut:
1.
Hak asasi manusia semakin mendapatkan perhatian
dan kerja paksa tidak diperkenankan lagi.
2.
Organisasi buruh semakin banyak dan semakin kuat
mengharuskan perhatian yang lebih terhadap sumber daya manusia
3.
Campur tangan pemerintah dalam mengatur
perburuhan semakin banyak.
4.
adanya persamaan hak dan keadilan dalam
memperoleh kesempatan kerja
5.
Emansipasi wanita yang menuntut kesamaan hak dalam memperoleh
pekerjaan.
Masalah-masalah
sosial meliputi:
1.
Timbulnya pergeseran nilai dalam masyarakat
akibat pendidikan dan kemajuan teknologi. Misalnya anggapan anak akan
memberikan jaminan hidup dimasa tua berubah menjadi uang pinsiun atau pesangon
yang akan menjamin masa tuanya.
2.
Berkurangnya rasa kebanggaan terhadap hasil
pekerjaan, akibat adanya spesialisasi pekerjaan yang mendetail. Misalnya dulu
mendesain, mengerjakan hingga selesai dikerjakan sendiri dan hasil akhirnya
dapat dilihat, sekarang mengerjakan satu suku cadang saja dan hasil akhirnya
tidak diketahui.
Contohnya: dalam pabrik mobil hanya membuat satu jenis
baut.
3.
Semakin banyak pekerja wanita yang karena
kodratnya perlu mendapat pengaturan dengan peraturan perundang-undangan.
4.
Kebutuhan Manusia yang semakin beraneka ragam,
material dan nonmaterial yang harus dipenuhi oleh perusahaan atau organisasi
dimana ia bekerja.
Misalnya: masalah kesehatan dan status sosial.
Jadi Manajemen Sumber Daya
Manusia ini akan terus berkembang sesuai dengan kemajuan peradapan, teknologi,
dan peraturan perundang-undangn negara-negara didunia.
Persaingan yang ketat diantara perusahaan dan organisasi lainnya serta
semakin besar perhatian terhadap hak asasi manusia akan mendorong timbulnya
pendekatan-pendekatan yang lebih modern dan manusiawi dalam perubahan. Pemerintahpun akan semakin besar campur
tangannya dalam mengatur pemanfatan sumber daya manusia untuk melindungi
kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan agar tidak diperlakukan
sewenang-wenang oleh pemilik perusahaan.
F.
Metode
Pendekatan MSDM
Dalam
mempelajari MSDM ada tiga pendekatan yang dapat dilakukan yang ketiganya
memiliki kelebihan dan kelemahan : sehingga
para menejer harus dapat menerapkan secara efektif dan selektif metode
pendekatan mana yang paling tepat dalam mengatasi masalah yang dihadapinya.
Pendekatan
tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Pendekatan
Mekanis
Mekanisasi(otomatisasi) adalah
mengganti peranan tenaga kerja manusia dengan tenaga mesin untuk melakukan
pekerjaan, pergantian ini didasarkan pada pertimbangan ekonomis, kemanusiaan
efektivitas, dan kemampuan yang lebih besar dan lebih baik.
Analisis
pendekatan ini lebih menitik beratkan pada spesialisasi, efektivitas,
standardisasi, dan memperlakukan pekerja/karyawan sama dengan mesin.
spesialisasi semakin mendalam dan pembagian kerja
semakin mendetail sebagai akibat perkembangan perusahaan dan spesialisasi,
efektivitas, standardisasi, dan memperlakukan pekerja/karyawan sama dengan
mesin.
spesialisasi semakin mendalam dan pembagian kerja
semakin mendetail sebagai akibat perkewmbangan perusahaan dan kemajuan
teknologi scanggih. dalam hal ini seorang pekerja hanya mengerjakan sat
kemajuan teknologi scanggih. dalam hal ini seorang pekerja hanya mengerjakan
satu jenis pekerjaan saja.
Keuntungannya adalah pekerja semakin
terampil dan efektivitas semakin besar.
kelemahannya Pekerjaan membosankan
para pekerja, mematikan kreativitas, dan
kebanggaan mereka dalam bekerja semakin berkurang
Dalam pendekatan ini menejer tidak dapat seenaknya
memberhentikan seorang pekerja dan
menggantikannya denga pekerja baru, sebab pemberhentian (PHK) telah diatur
dalam undang-undang perburuhan seperti peraturan Menaker No. 04 1986 yang
mengatur tata cara PHK dan penetapan uang pesangon jasa dan ganti kerugian. PHK
adalah legal menurut UU. 22 th. 1957.
Masalah yang timbul dari pendekatan ini:
a.
Pengangguran teknologi
b.
Keamanan Ekonomis
c.
Organisasi buruh
d.
Kebanggan dalam
pekerjaan.
Keempat hal
diatas dapat diuraikan sebagai berikut:
a.
Pengangguran teknologi
Mekanisasi berarti pekerjaan yang
dilaksanakan dengan metode padat karya(labor intensive) menjadi metode utama
modal(copital intensive) pergantian metode kerja ini akan mengakibatkan banyak
pekerja akan kehilangan pekerjaannya sebab tenaga mesin dapat mengganti
pekerjaan banyak orang.
Modernisasi
ini janganlah terlalu ditakuti, karena
secara makro ekonomis pendapatan nasional semakin besar yang berarti semakin
banyak proyek yang akan dibuka dan lapangan kerja juga akan semakin banyak.
b. Keamanan Ekonomis
Keamanan Ekonomis dimaksudkan
ketika pekerja takut di-PHK sehingga ia kehilangan pekerjaan yang mengakibatkan
kehilangan pendapatannya. Ketidakpastian pekerjaan karena mekanisasi, apalagi
usia dan tanggungannya yang semakin besar maka perasaan tidak aman dalam arti
ekonomi. Jelasnya keamanan ekonomis ini
selalu menghantui perasaan kurang aman, takut di-PHK akibat dari mekanisasi
ini.
c. Organisasi Buruh
Pengangguran ekonomi, keamanan
ekonomi, dan politis mendorong terbentuknya organisasi buruh dan
serikat-serikat buruh. Organisasi buruh ini mulanya terbentuk dalam setiap
perusahaan dan kemudian berkembang menjadi organisasi buruh nasional dan
internasional, yang tujuan utamanya adalah melindungi kepentingan buruh dari perlakuan
yang sewenang-wenang oleh majikan atau menejer serta ditunggangi oleh
unsur-unsur politis dari golongan-golongan tertentu.
Organisasi buruh yang kuat akan
menyulitkan pimpinan perusahaan untuk menetapkan berbagai kebijakannya. Bahkan sering pimpinan organisasi buruh harus
diikursertakan dalam penetapan kebijakan yang akan diambil. Seperti menejer tidak dapat sewenang-wenang
memecat buruh, lamanya jam kerja, uang lembur, pesangon dan lain-lain.
Reaksi menejer untuk menghadapi
arganisasi buruh antara lain sebagai berikut:
1.
Menolak mempekerjakan mereka yang menjadi
anggota serikat organisasi buruh
2.
Membuat daftar hitam(black list) bagi
orang-orang yang telah masuk organisasi buruh dan daftar ini diedarkan pada
perusahaan-perusahaan lain.
3.
Memasukan unsur politik sebagai alasan penolakan
pembentukan organisasi buruh di perusahaan
d. Kebanggaan dalam pekerjaan
Dengan pembagian kerja yang
berdasarkan spesialisasi secara mendetail maka setiap pekerja hanya mengerjakan
semacam pekerjaan saja. Hal ini akan meningkatkan keterampilannya, tetapi
disisi lain pekerjaan menjadi membosankan, dan kebanggan terhadap pekerjaan
semakin rendah, sebab hasil akhir dari pekerjaan itu dirasa kurang berarti,
dibanding pekerjaan yang dilakukan sejak mendesain, mengerjakan, sampai hasil
akhir dilakukan sendiri.
Pendekatan mekanis banyak
menimbulkan masalah disamping mendatangkan keuntungan. Untuk mengatasi masalah
yang timbul, para menejer harus melakukan pendekatan paternalis(betindak seperti bapak terhadap anak-anaknya)
2.
Pendekatan
Paternalis
Paternalistic approach, para menejer
dalam mengarahkan bawahannya bertidak seperti bapak terhadap anak-anaknya. Para
bawahan diperlakukan dengan, fasilitas-fasilitas diberikan, bawahan dianggap
sebagai anak-anaknya yang mengakibatkan pekerja menjadi manja, malas ernalistic
approach, para menejer dalam mengarahkan bawahannya bertidak seperti bapak
terhadap anak-anaknya. Para bawahan diperlakukan dengan, fasilitas-fasilitas
diberikan, bawahan dianggap sebagai anak-anaknya yang mengakibatkan pekerja
menjadi manja, malas sehinggga produktivitas kerjanya menjadi turun akibatnya
laba turun, rugi dan kelangsungan hidupnya terancam. Hal ini mendorong
timbulnya pendekatan sistem sosial.
3.
Pendekatan
sistem sosial
Pendekatan ini memandang bahwa organisasi
merupakan suatu sistem yang kompleks yang beroperasi dalam lingkungan yang
kompleks, yang bisa disebut sebagai sistem yang ada di luar.
Menejer mengakui dan menyadari
bahwa tujuan arganisasi baru akan tercapai jika terbina kerja sama yang harmonis
antara sesama bawahan dan atasan, serta terjadi interaksi yang baik diantara
sesama pekerja. Pemikiran ini didasari oleh adanya saling ketergantungan,
interaksi dan keterkaitan diantara
sesama pekerja.
Setiap pekerja betapapun rendah
kedudukannya dan kecil jasanya harus tetap mendapatkan penghargaan yang baik agar
tujuan organisasi tercapai. karena pada dasarnya ego manusia selalu menganggap
dirinya adalah penting.
Sistem dapat diartikan sebagai
suatu proses yang terdiri berbagai unsur atau komponen yang satu sama lain
berkaitan secara struktural dan fungsional, saling menunjang dan mengisi,
sesuai dengan peran dan kedudukan masing-masing, namun keseluruhannya secara
mutlak didukung oleh setiap komponen, betapapun kecil nilainya.
Jelasnya pendekatan sistem sosial
ini mengutamakan hubungan harmonis, interaksi yang baik, saling menghargai, saling
membutuhkan, dan saling mengisi sehingga terdapat suatu total sistem yang baik.
Untuk mencapai tujuan yang baik
hendaknya menyadari bahwa dia membutuhkan bantuan, loyalitas, dan partisipasi
dari bawahannya. Sebaliknya bawahanpun harus menyadari bahwa kebutuhannya akan
dapat terpenuhi jika organisasi tempat ia bekerja mendapatkan keuntungan. Jadi
adanya saling membutuhkan dan ketergantungan yang akan menimbulkan hidup
berdampinan secara baik.
Pendekatan ini menekankan pada
kesadaran atas tugas dan tanggung jawan setiap individu maupun kelompok agar
kepuasan kerja dan tujuan organisasi mencapai hasil yang optimal.
Pendekatan ini akan dapat
berkembang dengan baik, interaksi vertikal dan horizontal yang mulus,
partisipasi dan loyalitas pekerja yang tinggi, hanya akan tercapai jika
komunikasi formal dan informal sering dilakukan dalam organisasi.
Komunikasi yang diterapkan
hendaknya komunikasi dua arah(two way trafich) dan umpan balik(feed back) yang
positif. Dengan komunikasi dua arah maka akan terbina saling pengertian yang
akan membentuk suatu hubungan sosial yang baik dan menguntungkan.
G.
Fungsi MSDM
Fungsi
manajemeni sumber daya manusia meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan,
pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan
pemberhentian.
1. perencanaan (human resources planning)
adalah merencanakan tenaga kerja secara efektif dan efisien agar sesuai dengan kebutuhan
organisasi dalam membantu terwujudnya tujuan, yang dilakukan dengan menetapkan
program kepegawaian yang meliputi
pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan,
kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemberhentian karyawan. Program
kepegawaian yang baik akan membantu tercapainya tujuan organisasi,
pegawai/karyawan, dan masyarakat.
2. pengorganisasian (organising) adalah aktivitas untuk mengorganisasi semua pegawai/karyawan
dengan menetapkan pembagian kerja,
delegasi wewenang, integrasi, dan integrasi dalam bagan organisasi(organisation
chart) yang merupakan alat
3. Pengarahan (directing) adalah kegiatan mengarahkan semua
karyawan/pegawai agar mau bekerja
sama dan bekerja efektif serta efisien
dalam upaya membantu tercapainya tujuan organisasi, pegawai/karyawan dan
masyarakat. Tujuan pengarahan ini dilakukan oleh pimpinan agar bawahan dapat mengerjakan semua tugas
yang diberikan dengan baik.
4. Pengendalian (controlling) adlah kegiatan mengendalikan semua
karyawan/pegawai, agar mentaati peraturan-peraturan organisasi dan dapat bekerja sesuai dengan
rencana. Apabila dalam pengendalian terdapat penyimpangan atau kesalahan, maka
diadakan perbaikan dan penyempurnaan rencana. Pengendalian ini meliputi
kehadiran, kedisiplinan, perilaku, kerjasama, pelaksanaan pekerjaan dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan.
5. Pengadaan (procurement) adalah proses penarikan, seleksi, penempatan,
orientasi dan induksi untuk mendapatkan
pegawai/karyawan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi untuk membantu terwujudnya tujuan apabila
pengadaan tersebut dilakukan dengan baik.
6. pengembangan ( development) adalah
proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis, konseptual, dan moral pegawai/karyawan melalui pendidikan
dan pelatihan. pendidikan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan kini dan yang akan datang.
7.
Konpensasi(
compensation) adalah pemberian balas jasa langsung (direct) dan tidak
langsung(indirect), yang bisa berupa uang dasan bisa berupa barang kepada
pegawai/karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada organisasi. Prinsip
kompensasi adalah adil dan layak. Adil artinya sesuai dengan prestasi kerjanya,
layak diartikan dapat memenuhi kebutuhan
pokoknya serta berpedoman pada setandard minimal yang suda ditetapkan oleh
pemerintah dan standard internal organisasi.
8.
Pengintegrasian
( integration) adala aktivitas untuk
untuk mempersatukan kepentingan organisasi dan kebutuhan pegawai/karyawan agar tercipta kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan.
contoh:perusahaan
memperoleh laba dan karyawan dapat memenuhi kebutuhan dari hasil kerjanya.
instansi dapat mencapai target pendapatan pegawai memperoleh bomus.
Pengintegrasian merupakan hal yang
penting dan sulit untuk dilaksanakan
dalam organisasi, karena mempersatukan dua kepentingan yang bertolak belakang.
9.
Pemeliharaan
(maintenance) adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi
fisik, mental dan loyalitas pegawai/karyawan agar mau tetap bekerjasama sampai
pensiun. Pemeliharaan yang baik dapat
dilakukan dengan program kesejahteraan yang berdasarkan kebutuhan sebagian
besar pegawai serta berpedoman pada internal dan ekternal konsestensi.
10.
Kedisiplinan
Merupakan fungsi MSDM yang terpenting dan kunci terwujudnya tujuan
organisasi. Karena tanpa disiplin yang baik sulit terwujud tujuan yang yang maksimal. Kedisiplinan adalah keinginan dan kesadaran
untuk mentaati peraturan-peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang
berlaku.
11.
Pemberhentian(separation)
adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari suatu organisasi, yang bisa
disebabkan oleh kesalahan pegawai/karyawan, keinginan sendiri, keinginan
organisasi, kontrak kerja berakhir, pinsiun dan sebab-sebab yang lainnya. (uu
No. 12 1964)
FUNGSI MSDM MENURUT PARA AHLI
|
Drs.
M. Manulang
|
Drs.
Moekijat
|
Drs.
Malayu S.P. Hasibuan
|
|
1. Precuring
(pengadaan)
-Membuat anggaran
kerja bagi organisasi
-membuat job analysis,
job
description, dan
job specification
-Menentukan dan
menghubungi sumber-
sumber tenaga kerja
-Mengadakan seleksi
2. Developing
-Melatih dan mendidik
pegawai
-Mempromosikan dan
memindahkan pegawai
-Mengadakan penilaian
kecakapan
3. Maintenancing
-Mengurus
Pemberhentian
-Mengurus pensiun
-Mengurus
kesejahteraan
Pegawai
termasuk pembayaran
gaji,
pemindahan dll.
-Motivasi
|
1. Perencanaan
2. Penilaian
prestasi
3. Seleksi
4. Pengembangan
dan latihan
5. Administrasi
gaji dan upah
6. Pengawasan
pelaksanaan pekerjaan
7. Hubungan
perburuhan
8. Kesejahtraan
sosial
9. Penilaian
dan riset
|
1.
Perencanaan
2.
Pengorganisasian
3.
Pengarahan
4.
pengendalian
5.
Pengadaan
6.
Pengembangan
7.
Kompensasi
8.
Pengintegrasian
9.
Pemeliharaan
10.
Kedisiplinan
11.
Pemberhentian
|